Selasa, 10 Desember 2013

wedges

 Wedges selalu  fashionable
        Sepatu merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah penampilan. Sepatu jenis ini adalah salah satu jenis sepatu wanita yang memiliki hak tinggi (high heels). Tinggi dari sepatu wedges ini beragam mulai dari yang 3 cm, 5 cm, 7 cm, 10 cm, hingga 13 cm. Sepatu Wedges ini selalu menjadi trend masa kini sehingga sepatu ini tidak pernah berhenti untuk menjadi sebuah trend. Desainnya yang simple dan tidak berlebihan membuat sepatu wedges ini cocok untuk digunakan para wanita mulai dari mahasiswi hingga wanita karir cocok bila menggunakan sepatu yang satu ini.
Walaupun baru populer di tanah air baru-baru ini, namun ternyata sejarah sepatu wedges telah popular pada tahun 1930an. Pada tahun itulah salah seorang desainer sepatu dari Italia, Salvatore Ferragamo mulai memperkenalkan sepatu nyentrik ini ke publik Italia. Setelah diperkenalkan, sedikit demi sedikit kepopuleran sepatu wedges mulai meingkat dan mulai mendapat tempat di hati para wanita Italia. Dari Italia, model sepatu ini menyebar ke Eropa dan akhirnya ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.
Sepatu wedges menurut salah satu pencintanya yang bernama Yuliani mengungkapkan “Sepatu wedges itu sangat nyaman dikaki, saya merasa jadi percaya diri dan saya lebih terlihat dewasa saat memakainya”.

Ini membuktikan bahwa wedges bukanlah hanya sekedar sepatu biasa, akan tetapi jika ditelusuri lebih dalam lagi wedges memiliki nilai estetika lebih untuk wanita dan untuk menunjang penampilannya.

sinopsis

Analisis Cerpen “Masa Kecilku” karya Setra Nugroho


·         Alur dan Pengaluran:
Cerpen “Masa Kecilku” karya Setra Nugroho ini menceritakan mengenai kenangan masa kecilnya. Sebuah kenangan masa kecil yang tak terlupakan dalam hidupnya. Diceritakan tentang masa kecilnya yang dilalui dengan penuh suka cita bersama teman-temannya di desa.  Kebahagiaan yang tercipta dengan sangat sederhana namun menyenangkan dan menghibur. Berbagai kebiasaan bermain dilakukan dimana saja. Semua tempat adalah tempat untuk bermain. Mereka dapat bermain setelah pulang sekolah secara ramai-ramai, baik itu main bola dilapangan, ataupun hujan-hujanan. Semua itu membuat pengarang dan teman-teman masa kecilnya merasa bahagia dan tertawa, meskipun hal itu kadang membuat mereka menangis. Semua itu tidak menimbulkan dendam diantaranya.
Berbeda jauh dengan keadaan para anak kecil zaman sekarang yang sudah mempunyai dunianya sendiri. Mereka menikmati berbagai alat-alat elektronik canggih untuk bermain seperti macam-macam gadget yang menawarkan berbagai permainan menarik. Play Station, dan yang lainnya. Semua itu memang membuat mereka tanggap akan teknologi, tetapi justru hal itu membuat anak-anak kecil zaman sekarang kurang bersosialisasi dengan teman sebaya dan lingkungannya. Ini merupakan hal yang tidak baik untuk pertumbuhan anak.
Untuk pengaluran dari cerpen ini ialah menggunakan pengaluran mundur karena merupakan kilas balik masa kecil sang pengarang.
·         Tokoh dan Penokohan:
Tokoh dalam cerpen ini ialah tokoh aku.  Tokoh aku ini diceritakan seorang yang mudah bergaul, menyenangkan




·         Latar
Latar terbagi atas dua bagian yaitu latar tempat dan latar waktu. Dalam cerpen ini latar tempat terdapat di desa dalam kutipan:
Bertempat tinggal di desa membuatku mempunyai banyak teman sepermainan waktu itu’’.
Di sawah, dalam kutipan:
Lahan sawah yang baru di panen, serta habis diguyur air hujan juga tempat favorit kita untuk bermain.”
Di lapang, kutipan
Mereka berhak tertawa bersama di tanah lapang, beriringan dengan bunyi burung-burung perkutut.”
Di rumah, dalam kutipan:
Dan ketika hujan sudah reda, kita kembali ke rumah dengan rasa was-was takut dimarahi Ibu.”
Di sekolah, terdapat pada kutipan :
“12:00 WIB. Bel pulang sekolah berbunyi.”
Dan yang terakhir di got atau danau.
“Membentuk semacam danau. Tepatnya, semacam got berukuran besar.”
Sedangkan untuk latar waktunya sendiri terdapat di beberapa latar waktu yang diantaranya pada sore hari:
“Hujan di sore itu mengingatkan pada masa kecil bersama sahabat-sahabat kecilku dulu”
Kemudian pada jam 12.00:
“12:00 WIB. Bel pulang sekolah berbunyi.”
Saat matahari terik:
“Meski terik matahari begitu panas menyengat kami tak peduli”
Esoknya dalam kutipan:
“dimana esoknya kita demam menggigil”
Masa kecil dalam kutipan:
“Aku rindu masa kecilku dulu”
Adzan maghrib dalam kutipan:
“adzhan maghrib adalah bel kembali ke rumah, tak kenal apa agamamu”
Setiap hari pada kutipan:
“Hampir setiap hari aku bermain dengan teman-temanku, mereka ada banyak sekali.”

·         Sudut Pandang Pengarang
Kehadiran pencerita dalam cerpen “Masa Kecilku” karya Setra Nugroho ialah sebagai berikut:
a.      Tipe Penceritaan
Sudut pandang pada cerpen karya Setra Nugroho ini menggunakan sudut  pandang orang pertama dan termasuk sudut pandang intern (pengarang masuk di dalam cerita) karena dalam cerpen ini sang pengarang terlibat langsung dalam cerita dengan menggunakan kata “aku”. Jelas sering terdapat dalam kutipan cerita, berikut salah satu kutipannya:
Hampir setiap hari aku bermain dengan teman-temanku, mereka ada banyak sekali.”
b.      Wicara yang Dilaporkan
Adapun untuk wicara yang dilaporkan atau interaksi antar tokoh yang terjadi dalam cerpen ini ditunjukkan ketika sang tokoh aku berbincang dengan ibunya. Dalam suatu kutipan:
“Makan dulu baru maen,” kata Mama, waktu itu.
“Ya maaaaaaaaaaaa,” jawabku, sambil mengambil nasi ke piring, kehilangan satu menit saja jam main pada waktu itu seperti sudah seharian tidak buka Twitter dan Facebook.”

·         Tema
Tema yang diangkat dalam cerpen ini ialah kebahagiaan masa kecil. Karena dalam cerpen ini pengarang menceritakan kebahagiaan masa kecilnya dulu bersama teman-temannya dengan bermain sesuka hati bersama-sama.

·         Amanat
Dalam cerpen ini terdapat amanat yaitu masa kecil itu hanya ada sekali tidak dapat diulang lagi. Maka jadikan masa kecilmu itu sebagai masa-masa indahmu bersama teman-teman sebayamu untuk mendapatkan kesenangan.





ikat pinggang

 Tampil Modis dengan Ikat Pinggang

Ikat pinggang sekarang ini tidak hanya digunakan untuk celana atau rok yang longgar agar tidak kedodoran, tetapi digunakan untuk hal lain yaitu jadi penghias busana atau sebagai aksesoris. Kenapa ikat pinggang menjadi penghias busana karena ikat pinggang juga dapat mempercantik baju yang dikenakan, misalnya baju long dress, dengan menggunakan ikat pinggang akan membentuk lekukan pinggang.
Ikat pinggang masa kini sangatlah beragam dari mulai berukuran yang sangat kecil, sedang, sampai yang sangat besar. Kegunaannya pun beragam dan harus sesuai dengan baju yang akan dikenakan. Mengenai model ikat pinggang ada yang terbuat dari kulit, anyaman, plastik, bulu-bulu, logam, dan lainnya dengan berbagai aksesoris tambahan.
Menurut salah satu penggemar ikat pinggang yang bernama Yuni Fitria Ningsih menyatakan, “Saya suka dengan ikat pinggang karena sebagai aksesoris yang simple, apalagi saya termasuk wanita yang berbadan gemuk, saya sering merasa bingung untuk memilih baju karena kebanyakan baju yang saya punya berukuran besar. Nah, ketika sedang trend ikat pinggang ternyata saya merasakan ada kenyamanan saat memakainya, baju-baju berukuran besar pun tidak jadi masalah karena ada ikat pinggang yang dapat membantu membentuk lekuk pinggang, dan ada rasa percaya diri juga saat memakai ikat pinggang”.
Pada dasarnya ikat pinggang bisa menciptakan banyak perbedaan untuk pakaian dan menambah aksesoris pakaian yang membosankan. Dengan  menggunakan ikat pinggang, akan mengubah pakaian menjadi yang lebih menarik dan membuat penampilan lebih modis. GALIPERS

FUTSAL

BIG MATCH  ANTARA  NALAKTAK FC VS DEWI FORTUNA FC
            Pada hari kamis tanggal 05 Desember pada Tahun 2013 ada pertandingan sengit antara tim Nalaktak fc dengan skuad pemain oleh Muhammad Tamim Anwar, Misbah Saputra, Drajat Ginanjar, Edi Irawan, Muhammad Dimas Hubbulquran dan Agym Mukti Sulung di lapang futsal Madridista pukul 13.00 WIB dan melawan tim Dewi Fortuna dengan skuad pemain oleh Ramdany, Muhammad Aryo, Muhammad Ganjar Imam Saputra, Pak David Setiadi, Yandi Berkah, dan Pak Asef Firdaus.
Di saat pertandingan berlangsung banyak pemain yang beli jual serangan diantara kedua tim tersebut, pada menit ke 13 barulah tim nalaktak bisa mencetak gol melalui kaki Dimas yang  menerima operan dari Drajat Ginanjar sehingga tim Dewi Fortuna kebobolan dan tertinggal 1-0 atas tim Nalaktak. Permainan semakin sengit lagi tempo permainan menjadi lebih seru lagi ketika Muhammad Aryo menyamakan kedudukan ke gawang tim Nalaktak sehingga skor berubah menjadi 1-1, pertandingan pun dilanjut lagi kedua tim berusaha menambah pundi-pundi gol untuk memenagkan pertandingan tetapi tim tersebut belum menambah golnya ke gawang masing-masing.
Kedua tim harus membuat setrategi lagi agar menambah gol lagi, ketika pertandingan berlangsung Muhammad Tamim Anwar memecah kebuntuan dan menjadi gol sehingga tim Dewi Fortuna tertinggal, kedudukan skor menjadi 2-1, walaupun tim Dewi Fortuna tertinggal tetapi pemain-pemain Dewi Fortuna berusaha untuk membalas ketertingalannya agar bisa menyamakan kedudukan, bukannya menyamakan kedudukan malahan tim Dewi Fortuna mengalami kebobolan malalui kaki Drajat ginanjar. Pertandinganpun berlangsung stabil, pemain-pemain kedua tim juga saling jual beli serangan, di menit 25, Pak David mencantumkan namanya di papan skor ketika membobol lawannya menjadi 3-2,  di menit ke 41 Dewi Fortuna mengalami ketertinggalan yang cukup jauh yaitu dengan skor telak 16-6. Faktor kekalahan yang dialami tim Dewi Fortuna yaitu mengalami lemahnya lini belakang, salah diskomunikasi sesama pemain dan yang paling utamanya yaitu faktor kelelahan yang di alami para pemainnya sehingga tidak bisa mencetak pundi-pundi gol.


Nama-nama yang mencetak gol di papan skor.
Tim Nalaktak
Muhammad Tamim Anwar  = 6
Drajat Ginanjar                   = 4
Misbah Saputra                  = 4
Muhammad Dimas HBQ.   = 2
Tim Dewi Fortuna
Muhammad Aryo               = 1
Muhammad Ganjar I.S.      = 3
Pak David Setiadi                = 1
Pak Asep Firdaus                = 1
Hasil skor akhir menjadi 16-6, dimenangkan oleh tim Nalaktak atas Dewi Fortuna, dan gol terbanyak adalah Muhammad Tamim Anwar dengan 6 gol dalam satu pertandingan. 


Selasa, 03 Desember 2013

Sekilas futsal



Universitas Muhammadiyah Sukabumi jurusan Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia khususnya semester 5 bukan hanya belajar di kelas saja tetapi kami sering melakukan kegiatan di luar yaitu olahraga salah satunya Futsal,Untuk tujuannya itu sendiri diantaranya menyegarkan fikiran, badan dan yang paling penting mempererat tali persahabatan,Disana kami merasa seperti keluarga canda tawa bareng-bareng itu yang kami rasakan ,meskipun dari 23 orang  hanya setengahnya saja yang ikut.
                Sudah dijadwalkan,Kami sering bermain futsal setiap hari kamis jam 14:00 wib.Di lapangan MADRIDISTA 33 tepatnya di daerah ci jangkar jalan pelabuhan 2.kami main futsal bukan ketika semester 5 saja tetapi dari semester 1 sampai sampai saat ini olahraga tersebut masih dilakukan. kami memilih olahraga itu karena kebanyakan dari semester 5 sudah dijadikn hobinya mereka,dan dengan jumlah yang pas pasan.
                Tempat yang sering kami bemain awalnya di lapangan Liverpool tepatnya di samping lapangan merdeka kota sukabumi tetapi setelah bermain di lapangan Madritista ternyata kami lebih nyaman di madristista dengan lapangan dan tempat istirahat yang sintetis menjadi kenyamanan bermain untuk kami.

Perjalanan yang Takkan Terlupakan


Awal Juli merupakan sebuah kenangan yang takkan terlupakan bagi kami mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sukabumi angkatan 2011, karena saat itu kami mengadakan sebuah perjalanan rekreasi ke pantai Sawarna, Banten. Perjalanan tersebut tanpa direncanakan sebelumnya. Ide perjalanan itu muncul secara mendadak dari celetukan salah satu teman kami dua hari sebelum perjalanan terjadi.
Meskipun perjalanan rekreasi ini tidak diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia namun tidak mengurangi kesan dari perjalanan ini. Sebuah perjalanan yang mempunyai banyak arti dan begitu penuh dengan keceriaan. Perjalanan rekreasi inipun diikuti oleh salah satu dosen kami yaitu Bapak david Setiadi yang sekaligus membimbing kami selama rekreasi ini berlangsung. Namun tak dipungkiri ada saja hal-hal kecil yang memilukan. Tetapi secara keseluruhan acara perjalanan ini sangat mengesankan. Bagaimana tidak, perjalanan ini mempererat keakraban dan kekompakan kami selaku mahasiswa.
Selama perjalanan selalu ada saja hal-hal kecil yang mewarnai perjalanan kami menuju pantai Sawarna Banten. Duduk yang berdesak-desakan serta jalan yang tidak bersahabat membuat kami sedikit merasa tidak nyaman. Tetapi semua itu terbayar ketika kami sampai di rumah salah satu teman sekelas kami yang berasal dari Banten, Yandi. Sesampai dirumahnya kami beristirahat terlebih dahulu sebelum menuju tujuan utama perjalanan kami ini. Selain itu kamipun dijamu dengan berbagai jamuan yang sangat enak. Setelah berapa lama, kami pun bergegas menuju pantai Sawarna tepatnya menuju Tanjung Layar.
 Ketika kami menuju pantai Tanjung Layar Sawarna cuaca sangat tidak mendukung, cuacanya sedang hujan dan kebetulan waktu itu sudah sangat sore. Kami pun memutuskan untuk menginap satu malam di penginapan dekat dengan pantai sawarna. Kami pun beristirahat menghilangkan rasa lelah akibat perjalanan jauh dari Sukabumi menuju Banten.
Keesokan harinya kami bergegas melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan utama kami. Sesampai disana, kami begitu takjub dengan keindahan yang disajikan disana. Kami menikmati setiap keindahan yang ada di pantai Sawarna Tanjung Layar. Disana kami mengabadikan semua keindahan yang ada dengan memotretnya. Sungguh perjalanan yang sangat berkesan dan takkan terlupakan selama-lamanya.