Analisis
Cerpen “Masa Kecilku” karya Setra Nugroho
Cerpen
“Masa Kecilku” karya Setra Nugroho ini menceritakan mengenai kenangan masa
kecilnya. Sebuah kenangan masa kecil yang tak terlupakan dalam hidupnya.
Diceritakan tentang masa kecilnya yang dilalui dengan penuh suka cita bersama
teman-temannya di desa. Kebahagiaan yang
tercipta dengan sangat sederhana namun menyenangkan dan menghibur. Berbagai
kebiasaan bermain dilakukan dimana saja. Semua tempat adalah tempat untuk
bermain. Mereka dapat bermain setelah pulang sekolah secara ramai-ramai, baik
itu main bola dilapangan, ataupun hujan-hujanan. Semua itu membuat pengarang
dan teman-teman masa kecilnya merasa bahagia dan tertawa, meskipun hal itu
kadang membuat mereka menangis. Semua itu tidak menimbulkan dendam diantaranya.
Berbeda
jauh dengan keadaan para anak kecil zaman sekarang yang sudah mempunyai
dunianya sendiri. Mereka menikmati berbagai alat-alat elektronik canggih untuk
bermain seperti macam-macam gadget yang menawarkan berbagai permainan menarik.
Play Station, dan yang lainnya. Semua itu memang membuat mereka tanggap akan
teknologi, tetapi justru hal itu membuat anak-anak kecil zaman sekarang kurang
bersosialisasi dengan teman sebaya dan lingkungannya. Ini merupakan hal yang
tidak baik untuk pertumbuhan anak.
Untuk
pengaluran dari cerpen ini ialah menggunakan pengaluran mundur karena merupakan
kilas balik masa kecil sang pengarang.
·
Tokoh
dan Penokohan:
Tokoh dalam cerpen ini ialah tokoh aku. Tokoh aku ini diceritakan seorang yang mudah
bergaul, menyenangkan
·
Latar
Latar terbagi atas dua bagian yaitu latar tempat dan
latar waktu. Dalam cerpen ini latar tempat terdapat di desa dalam
kutipan:
“Bertempat
tinggal di desa membuatku mempunyai banyak teman sepermainan waktu itu’’.
Di
sawah, dalam kutipan:
“Lahan sawah
yang baru di panen, serta habis diguyur air hujan juga tempat favorit kita
untuk bermain.”
Di lapang,
kutipan
“Mereka
berhak tertawa bersama di tanah lapang, beriringan dengan bunyi burung-burung
perkutut.”
Di rumah,
dalam kutipan:
“Dan ketika
hujan sudah reda, kita kembali ke rumah dengan rasa was-was takut dimarahi
Ibu.”
Di sekolah, terdapat
pada kutipan :
“12:00 WIB. Bel pulang sekolah berbunyi.”
Dan yang
terakhir di got atau danau.
“Membentuk semacam danau. Tepatnya, semacam got
berukuran besar.”
Sedangkan untuk
latar waktunya sendiri terdapat di beberapa latar waktu yang diantaranya pada sore
hari:
“Hujan di sore itu mengingatkan pada masa kecil
bersama sahabat-sahabat kecilku dulu”
Kemudian pada jam 12.00:
“12:00 WIB.
Bel pulang sekolah berbunyi.”
Saat matahari terik:
“Meski terik
matahari begitu panas menyengat kami tak peduli”
Esoknya dalam
kutipan:
“dimana
esoknya kita demam menggigil”
Masa kecil dalam
kutipan:
“Aku rindu
masa kecilku dulu”
Adzan maghrib dalam
kutipan:
“adzhan
maghrib adalah bel kembali ke rumah, tak kenal apa agamamu”
Setiap hari pada
kutipan:
“Hampir
setiap hari aku bermain dengan teman-temanku, mereka ada banyak sekali.”
·
Sudut Pandang
Pengarang
Kehadiran
pencerita dalam cerpen “Masa Kecilku” karya Setra Nugroho ialah sebagai
berikut:
a.
Tipe
Penceritaan
Sudut
pandang pada cerpen karya Setra Nugroho ini menggunakan sudut pandang orang pertama dan termasuk sudut
pandang intern (pengarang masuk di dalam cerita) karena dalam cerpen ini sang
pengarang terlibat langsung dalam cerita dengan menggunakan kata “aku”. Jelas
sering terdapat dalam kutipan cerita, berikut salah satu kutipannya:
“Hampir
setiap hari aku bermain dengan teman-temanku, mereka ada banyak sekali.”
b.
Wicara
yang Dilaporkan
Adapun
untuk wicara yang dilaporkan atau interaksi antar tokoh yang terjadi dalam
cerpen ini ditunjukkan ketika sang tokoh aku berbincang dengan ibunya. Dalam
suatu kutipan:
“Makan dulu baru maen,” kata Mama, waktu itu.
“Ya maaaaaaaaaaaa,” jawabku, sambil mengambil nasi ke
piring, kehilangan satu menit saja jam main pada waktu itu seperti sudah
seharian tidak buka Twitter dan Facebook.”
·
Tema
Tema yang diangkat dalam cerpen ini
ialah kebahagiaan masa kecil. Karena dalam cerpen ini pengarang menceritakan
kebahagiaan masa kecilnya dulu bersama teman-temannya dengan bermain sesuka
hati bersama-sama.
·
Amanat
Dalam cerpen ini terdapat amanat
yaitu masa kecil itu hanya ada sekali tidak dapat diulang lagi. Maka jadikan
masa kecilmu itu sebagai masa-masa indahmu bersama teman-teman sebayamu untuk
mendapatkan kesenangan.