Selasa, 10 Desember 2013

sinopsis

Analisis Cerpen “Masa Kecilku” karya Setra Nugroho


·         Alur dan Pengaluran:
Cerpen “Masa Kecilku” karya Setra Nugroho ini menceritakan mengenai kenangan masa kecilnya. Sebuah kenangan masa kecil yang tak terlupakan dalam hidupnya. Diceritakan tentang masa kecilnya yang dilalui dengan penuh suka cita bersama teman-temannya di desa.  Kebahagiaan yang tercipta dengan sangat sederhana namun menyenangkan dan menghibur. Berbagai kebiasaan bermain dilakukan dimana saja. Semua tempat adalah tempat untuk bermain. Mereka dapat bermain setelah pulang sekolah secara ramai-ramai, baik itu main bola dilapangan, ataupun hujan-hujanan. Semua itu membuat pengarang dan teman-teman masa kecilnya merasa bahagia dan tertawa, meskipun hal itu kadang membuat mereka menangis. Semua itu tidak menimbulkan dendam diantaranya.
Berbeda jauh dengan keadaan para anak kecil zaman sekarang yang sudah mempunyai dunianya sendiri. Mereka menikmati berbagai alat-alat elektronik canggih untuk bermain seperti macam-macam gadget yang menawarkan berbagai permainan menarik. Play Station, dan yang lainnya. Semua itu memang membuat mereka tanggap akan teknologi, tetapi justru hal itu membuat anak-anak kecil zaman sekarang kurang bersosialisasi dengan teman sebaya dan lingkungannya. Ini merupakan hal yang tidak baik untuk pertumbuhan anak.
Untuk pengaluran dari cerpen ini ialah menggunakan pengaluran mundur karena merupakan kilas balik masa kecil sang pengarang.
·         Tokoh dan Penokohan:
Tokoh dalam cerpen ini ialah tokoh aku.  Tokoh aku ini diceritakan seorang yang mudah bergaul, menyenangkan




·         Latar
Latar terbagi atas dua bagian yaitu latar tempat dan latar waktu. Dalam cerpen ini latar tempat terdapat di desa dalam kutipan:
Bertempat tinggal di desa membuatku mempunyai banyak teman sepermainan waktu itu’’.
Di sawah, dalam kutipan:
Lahan sawah yang baru di panen, serta habis diguyur air hujan juga tempat favorit kita untuk bermain.”
Di lapang, kutipan
Mereka berhak tertawa bersama di tanah lapang, beriringan dengan bunyi burung-burung perkutut.”
Di rumah, dalam kutipan:
Dan ketika hujan sudah reda, kita kembali ke rumah dengan rasa was-was takut dimarahi Ibu.”
Di sekolah, terdapat pada kutipan :
“12:00 WIB. Bel pulang sekolah berbunyi.”
Dan yang terakhir di got atau danau.
“Membentuk semacam danau. Tepatnya, semacam got berukuran besar.”
Sedangkan untuk latar waktunya sendiri terdapat di beberapa latar waktu yang diantaranya pada sore hari:
“Hujan di sore itu mengingatkan pada masa kecil bersama sahabat-sahabat kecilku dulu”
Kemudian pada jam 12.00:
“12:00 WIB. Bel pulang sekolah berbunyi.”
Saat matahari terik:
“Meski terik matahari begitu panas menyengat kami tak peduli”
Esoknya dalam kutipan:
“dimana esoknya kita demam menggigil”
Masa kecil dalam kutipan:
“Aku rindu masa kecilku dulu”
Adzan maghrib dalam kutipan:
“adzhan maghrib adalah bel kembali ke rumah, tak kenal apa agamamu”
Setiap hari pada kutipan:
“Hampir setiap hari aku bermain dengan teman-temanku, mereka ada banyak sekali.”

·         Sudut Pandang Pengarang
Kehadiran pencerita dalam cerpen “Masa Kecilku” karya Setra Nugroho ialah sebagai berikut:
a.      Tipe Penceritaan
Sudut pandang pada cerpen karya Setra Nugroho ini menggunakan sudut  pandang orang pertama dan termasuk sudut pandang intern (pengarang masuk di dalam cerita) karena dalam cerpen ini sang pengarang terlibat langsung dalam cerita dengan menggunakan kata “aku”. Jelas sering terdapat dalam kutipan cerita, berikut salah satu kutipannya:
Hampir setiap hari aku bermain dengan teman-temanku, mereka ada banyak sekali.”
b.      Wicara yang Dilaporkan
Adapun untuk wicara yang dilaporkan atau interaksi antar tokoh yang terjadi dalam cerpen ini ditunjukkan ketika sang tokoh aku berbincang dengan ibunya. Dalam suatu kutipan:
“Makan dulu baru maen,” kata Mama, waktu itu.
“Ya maaaaaaaaaaaa,” jawabku, sambil mengambil nasi ke piring, kehilangan satu menit saja jam main pada waktu itu seperti sudah seharian tidak buka Twitter dan Facebook.”

·         Tema
Tema yang diangkat dalam cerpen ini ialah kebahagiaan masa kecil. Karena dalam cerpen ini pengarang menceritakan kebahagiaan masa kecilnya dulu bersama teman-temannya dengan bermain sesuka hati bersama-sama.

·         Amanat
Dalam cerpen ini terdapat amanat yaitu masa kecil itu hanya ada sekali tidak dapat diulang lagi. Maka jadikan masa kecilmu itu sebagai masa-masa indahmu bersama teman-teman sebayamu untuk mendapatkan kesenangan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar