Kultum Diawal Perkuliahan
![]() |
| Setra Nugroho |
![]() |
| drajat ginanjar |
![]() |
| Edi irawan |
Sukabumi,
13 November 2013
Pada
Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik, Rabu 13 November 2013 kemarin berbeda dari
biasanya. Hari itu masing-masing kelompok media masa yang telah dibentuk yaitu
Galipers, Tumila Liar, Kabar Lensa dan
Massa ditugaskan untuk menampilkan suatu
kultum atau pencerahan yang dilakukan dari setiap perwakilan kelompok sebelum
melaksanakan proses perkuliahan. Kultum adalah singkatan dari kuliah
tujuh menit dan senantiasa diberikan oleh siapa saja, biasanya di mesjid,
musholla atau
ditempat-tempat lainnya. Dan dengan kultum itu kita bisa mengerti lebih dalam
tentang makna kehidupan yang harus
kita jalani.
Untuk penampilan pertama dipersilahkan
pada kelompok kami Galipers, yang diwakili oleh M.Tamim Anwar yang menerangkan
mengenai Ilmu.
Untuk
selanjutnya kultum dari kelompok Tumila Liar, yang diwakili oleh Drajat
Ginanjar, yang menerangkan tentang “Shalat
serta Membuat Orang Lain Tersenyum”. Drajat menerangkan bahwa
shalat merupakan pencegahan dari perbuatan keji dan munkar, sebagai mana hadist
Nabi “Inna Solata Tanha Anil Fahsya’I Wal Munkar”. Sesibuk apapun kita
beraktifitas maka sempat-sempatkanlah shalat jika waktunya telah tiba, tetapi
jika kita berada diperjalanan jauh dan tak bisa melaksanakan shalat pada waktu
itu, maka kita dapat shalat dalam satu waktu, misalnya shalat dzuhur kita
terlewat maka bisa disatukan dengan shalat asar, itu disebutnya Jama’ Takhir,
begitupun sebaliknya dari asar ke dzuhur, disebutnya jama’ takdim. Selanjutnya
Drajat menerangkan pula bagaimana membuat orang tersenyum, ada pribahasa
“senyum itu ibadah” maka dengan tersenyum saja kita telah mendapatkan ibadah.
Kemudian
dilanjutkan kultum dari kelompok Massa yang diwakili oleh Setra Nugroho, yang
menerangkan tentang “Mensyukuri
Nikmat”. Setra menerangkan bahawa ada
sebuah hadist “NikmatKu
yang mana lagi yang kau dustakan”
syukur atas nikmat Allah sebagai insan pada penciptaNya yaitu melaksanakan perintahnya dan menjauhi
larangannya. Banyak orang kurang mampu yang mengemis-ngemis dengan menjajakan
ojeg payung hanya untuk sesuap nasi pada hari itu saja, tetapi mereka tetap
mensyukuri nikmatnya. Kita juga dapat mensyukuri di setiap bangun dari tidur serta sepanjang
usia kita hidup, pada intinya apapun yang Allah berikan pada kita, kita harus
tetap mensyukurinya sekecil
apapun itu.
Setelah
itu diakhiri kultum dari
kelompok Kabar Lensa yang diwakili oleh Edi Irawan, yang menerangkan “Hati”. Dia menerangkan bahwa “jika segumpal
daging (hati)
itu bagus, maka akhlaknya pun baik. Hati menunjukkan sifat seseorang, maka
jagalah hati dengan kata-kata yang baik untuk diucapkan.(siti
nurul fadilah)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar