Kamis, 23 Januari 2014

kultum

Kultum Diawal Perkuliahan

Setra Nugroho
drajat ginanjar 
Edi irawan
       
Sukabumi, 13 November 2013
Pada Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik, Rabu 13 November 2013 kemarin berbeda dari biasanya. Hari itu masing-masing kelompok media masa yang telah dibentuk yaitu Galipers, Tumila Liar, Kabar Lensa dan Massa ditugaskan untuk menampilkan suatu kultum atau pencerahan yang dilakukan dari setiap perwakilan kelompok sebelum melaksanakan proses perkuliahan. Kultum adalah singkatan dari kuliah tujuh menit dan senantiasa diberikan oleh siapa saja, biasanya di mesjid, musholla atau ditempat-tempat lainnya. Dan dengan kultum itu kita bisa mengerti lebih dalam tentang makna kehidupan yang harus kita jalani.
Untuk penampilan pertama dipersilahkan pada kelompok kami Galipers, yang diwakili oleh M.Tamim Anwar yang menerangkan mengenai Ilmu.
Untuk selanjutnya kultum dari kelompok Tumila Liar, yang diwakili oleh Drajat Ginanjar, yang menerangkan tentang “Shalat serta Membuat Orang Lain Tersenyum”. Drajat menerangkan bahwa shalat merupakan pencegahan dari perbuatan keji dan munkar, sebagai mana hadist Nabi “Inna Solata Tanha Anil Fahsya’I Wal Munkar”. Sesibuk apapun kita beraktifitas maka sempat-sempatkanlah shalat jika waktunya telah tiba, tetapi jika kita berada diperjalanan jauh dan tak bisa melaksanakan shalat pada waktu itu, maka kita dapat shalat dalam satu waktu, misalnya shalat dzuhur kita terlewat maka bisa disatukan dengan shalat asar, itu disebutnya Jama’ Takhir, begitupun sebaliknya dari asar ke dzuhur, disebutnya jama’ takdim. Selanjutnya Drajat menerangkan pula bagaimana membuat orang tersenyum, ada pribahasa “senyum itu ibadah” maka dengan tersenyum saja kita telah mendapatkan ibadah.
Kemudian dilanjutkan kultum dari kelompok Massa yang diwakili oleh Setra Nugroho, yang menerangkan tentang “Mensyukuri Nikmat”. Setra menerangkan bahawa ada sebuah hadist “NikmatKu yang mana lagi yang kau dustakan” syukur atas nikmat Allah sebagai insan pada penciptaNya yaitu melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Banyak orang kurang mampu yang mengemis-ngemis dengan menjajakan ojeg payung hanya untuk sesuap nasi pada hari itu saja, tetapi mereka tetap mensyukuri nikmatnya. Kita juga dapat mensyukuri di setiap bangun dari tidur serta sepanjang usia kita hidup, pada intinya apapun yang Allah berikan pada kita, kita harus tetap mensyukurinya sekecil apapun itu.
Setelah itu diakhiri kultum dari kelompok Kabar Lensa yang diwakili oleh Edi Irawan, yang menerangkan “Hati”. Dia menerangkan bahwa “jika segumpal daging (hati) itu bagus, maka akhlaknya pun baik. Hati menunjukkan sifat seseorang, maka jagalah hati dengan kata-kata yang baik untuk diucapkan.(siti nurul fadilah)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar