Ketika
mendengar majalah pria dewasa, pikiran kita pasti langsung mengarah pada
majalah playboy, majalah yang dikendalikan oleh hugh hefner memang menjadi ikon
majalah yang gemar di baca oleh pria dewasa karena memamerkan tubuh wanita
telanjang, konten majalah pria dewasa ini memang di fokuskan pada foto atau
gambar model wanita seksi, yang menjadi fokus utama pembahasan pada
majalah-majalah pria dewasa. Majalah Playboy juga terdapat di Indonesia yang isi konten ataupun foto-foto modelnya disesuaikan dengan adat sopan santun di Indonesia. Pada majalah pria dewasa yang tim kami
baca yaitu majalah D’Jakarta yang sama denga majalah playboy, akan tetapi dalam hal ini versi majalah Playboy Indonesia yang telah disesuaikan. Majalah ini
berisi hampir secara keseluruhan berisikan foto atau gambar-gambar yang
menampilkan tubuh wanita sebagai objeknya. Model wanita yang memakai baju seksi yang memperlihatkan hampir secara keseluruhan lekuk tubuhnya dengan pose-pose yang menggairahkan
seksualitas bagi setiap yang membacanya khususnya para lelaki.
Sedangkan
majalah wanita dewasa berbeda dengan majalah pria dewasa. Majalah wanita dewasa
dikhususkan untuk wanita yang menjadi fokus pembahasannya tanpa mengumbarkan
lekuk tubuh atu sisi feminim dari seorang wanita itu sendiri. Dalam majalah
wanita dewasa ini lebih berisi pada konten-konten wanita yaitu berupa gaya
hidup atau fashion, tips cara memakai make up atau macam-macam jenis make up, masalah-masalah kesehatan yang dialami wanita secara intern,
resep-resep masakan, tips-tips dalam rumah tangga dan lebih mendasarnya lagi
majalah ini lebih kepada kehidupan yang dipakai atau digunakan sehari-hari oleh
wanita itu sendri.
Pemaparan
antara majalah pria dewasa dengan wanita dewasa sama-sama menjadikan wanita
sebagai objek utamanya. Jika dalam majalah pria dewasa yang diutamakan lebih
kepada tubuh wanita sebagai fokus bahasan yang menjadi daya tarik dan ciri khas
para lelaki sebagai pembaca yang menjadi pemuas kebutuhan biologisnya.
Sedangkan majalah wanita dewasa sudah pasti menjadikan wanita sebagai fokus
pembahasan dalam isi majalahnya. Akan tetapi pada majalah wanita dewasa ini
tidak menampilkan tubuh wanita sebagai objek utamanya, hanya saja lebih kepada
kehidupan wanita yang dibutuhkan sehari-hari.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar